Friday, 12 September 2014

Hasil Seleksi Menteri (Dipertanggungjawabkan ke Publik Lewat Seminar)

http://news.detik.com/read/2014/09/12/171842/2689001/10/hasil-seleksi-menteri-akan-dipertanggungjawabkan-ke-publik-lewat-seminar?9911012

Jakarta - Program Seleksi Menteri detikcom telah memasuki tahap final setelah nama-nama usulan yang lolos ditempatkan di kementerian yang sesuai. Hasil dari proses ini nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada publik dalam sebuah seminar.

Program Seleksi Menteri diluncurkan pertama kali pada Minggu, 17 Agustus 2014 lalu yang diawali dengan menampung usulan pembaca berupa nama yang layak untuk menjadi calon menteri. Dari 548 nama yang masuk, akhirnya dipilih 88 nama untuk memasuki tahapan kedua.

Masyarakat kemudian diajak kembali untuk menentukan kementerian mana yang cocok untuk orang-orang tersebut. Setelah itu di tahapan ketiga sebanyak 78 nama yang lolos dan dimasukkan ke kementerian yang ada.

Pada tahapan ini pembaca memilih satu di antara beberapa nama di setiap kementerian. Hasilnya kemudian menjadi referensi Tim Pakar dan Kelompok Kerja redaksi detikcom dalam menyusun usulan final calon menteri.

Ada 72 orang yang mengisi 34 kementerian dengan formasi yang sama seperti saat ini, dan juga ada pula alternatif susunan arsitektur kabinet yang diusulkan oleh Tim Seleksi Menteri. Hasil ini yang nantinya akan diseminarkan.

"Calon-calon menteri sudah dimasukan ke dalam kementerian. Ada 2,3,4 orang yang yang dikeluarkan dari beberapa kementerian. Tetapi hasil ini nantinya akan dipertanggungjawabkan ke publik melalui seminar yang juga akan menghadirkan panelis-panelis," ujar Pimpinan Redaksi detikcom Arifin Asydhad usai Focus Group Discussion (FGD) di kantor redaksi detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014).

Seminar yang rencananya akan dibuka untuk umum ini juga akan mengundang beberapa tokoh nasional. Tim Seleksi Menteri juga berterima kasih kepada pembaca yang telah berpartisipasi dengan mengikuti polling dan memberikan masukan.

"Terima kasih kepada para pembaca yang telah berikan kontribusi luar biasa. Semoga bisa bermanfaat buat kami, dan saya tegaskan bahwa kami tak punya kepentingan tertentu. Ini yang membedakan kami dengan yang lain, kami tak punya kepentingan apa pun dan independen. Dengan berbagai argumen dan dapat kami tanggung jawabkan nantinya," imbuh Arifin.

Tim Pakar terdiri dari Chandra M Hamzah (mantan Wakil Ketua KPK, pakar hukum), Refly Harun (pakar hukum tata negara), Aqua Dwipayana (pakar komunikasi, pengamat pertahanan dan keamanan), Onno Widodo Purbo (pakar TI), dan Fauzi Ikhsan (pakar ekonomi, direktur Standard Chartered). Pembahasan pun melibatkan pembaca yang merupakan representasi dari masyarakat.


No comments:

Post a Comment