TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -
Sejumlah petani karet yang ada di Kalimantan Barat mengeluhkan
anjloknya harga karet hingga memasuki enam bulan terakhir. Satu di
antara petani karet yang mengeluh, Dartinjo (50).
Petani karet asal Desa Sendoyan Kabupaten Sambas ini mengatakan dengan anjloknya harga karet berdampak besar terhadap pendapatan keluarganya. Menurutnya harga enceran karet baik yang dari agen maupun toko di daerahnya hanya sekitar Rp 8000- Rp 8500 per kilogram."Lemah kita mau noreh getah sekarang. Harga karet turun. Harga barang makin naik. Dipikir- pikir kalau tidak noreh mau makan apa. Kalau noreh beginilah harganya. Sudah 6 bulan seperti ini,"ujarnya, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (27/8/3014).
Dengan pendapatan rendah berdampak besar kepada sejumlah tanggungan hidupnya seperti kredit motor yang sering tertunda, biaya kuliah anaknya harus lebih kecil daripada biasanya dan sejumlah kebutuhan lainya.
"Sekarang jangankan mau beli motor, kredit motor juga macet. Dengan pendapatan 5 kilo karet per hari di kali delapan ribu mau makan apa sekarang," keluhnya.
No comments:
Post a Comment